Sabtu, 29 Oktober 2016

Bisikan Hati

Jejak langah ku telah mengarungi segala hal hingga hari ini. Dari mulai aku menginjakkan kaki ke dunia luar. Disaat itu petualangan ku di mulai mencari jati diri yang sesunguhnya. Permulaan dengan bidang-bidang khusus yang mulai harus di pilih untuk menemukan jati diri.
Beranjak ke tahap dimana pilihan semakin sulit, memilih jurusan di perguruan tinggi. Sejak melihat rentetan jurusan yang ada di perguruan tinggi, entah hati ku langsung berbisik dan menentukan pilihan pada jurusan yang umum disebut Ilmu Komunikasi.

Mulai terbayang dalam benak ku tentang akan menjadi apa aku nanti saat selesai mengambil jurusan itu. Dari sekian banyak pilihan tentang profesi yang berhubungan dengan jurusan itu, jiwa ku langsung tertangkap pada sebuah profesi yang kegiatannya lebih banyak di belakang layar, yang biasa masyarakat luas sebut sebagai “wartawan”.

Saat itu mulai ada hayalan dalam pikiran ku, andai suatu saat aku menjadi seorang wartawan. Apa aku bisa menjadi wartawan yang amanah. Menyampaikan segala informasi dengan transparan ke hadapan publik.
Hayalan itu hadir karena dengan seiring berjalannya waktu, aku melihat masyarakat makin susah melihat kenyataan yang sebenarnya. Entah karena memang kurangnya informasi yang sampai ke publik atau ada yang menahan informasi itu agar tidak sampai ke publik. Tak tahu bagaimana yang sebenarnya.

Bukan maksud hati ingin berfikir buruk tentang para pencari berita yang sudah bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya, tapi terdengar hatiku berkata bahwa ada keinginan untukku mengubah yang tidak baik menjadi lebih baik lagi.
Bisikan suara hatiku itu rupanya di dengar oleh Allah SWT, sampai pada akhirnya aku di takdirkan berada di lingkungan sekarang ini, tepat di program studi “Penerbitan (Juralistik)”. Ilmu yang di dapat sangat erat kaitannya dengan profesi wartawan.

Dalam menjalaninya sempat ada kebimbangan, apakah iya aku bia menjadi wartawan yang patuh akan tanggung jawab terhadap semua orang. Keimbangan ini hadir disaat aku mulai menjajali profesi sebagai seorang wartawan, biarpun hanya magang tapi aku merasakan kerasnya lapangan yang sebenarnya.

Namun, aku tidak tahu rencana apa yang sudah Maha Pencipta siapkan untuk masa depanku nanti. Segala takdir dan ridho-Nya yang menjadikan masalah kegundahan dan kebimbangan menjadi hilang untukku.
Tulisan ini mengawali isi blog pribadi yang aku miliki. Maafkan bila banyak ke kurangan baik ejaan maupun kata-kata yang ada di dalam tulisan ini. Pendapat dan masukan dari para pembaca sangat saya butuhkan untuk kemajuan dalam hal menulis. Saya akhiri, terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar